Sejarah dan Perbedaan Antara Peci dan Kopiah

Banyak para pengguna aksesoris penutup kepala ini yang belum mengetahui perbedaan peci dan kopiah beserta asal muasalnya. Sejatinya, dua kata ini merujuk kepada topi tradisional yang sering dikenakan oleh masyarakat Melayu. Topi tradisional ini memiliki bentuk persegi panjang dan berwarna hitam terbuat dari beludru.

Perbedaan Antara Peci dan Kopiah

Sejarah dan Perbedaan Antara Peci dan Kopiah

Sebelum mencari tahu perbedaan peci dan kopiah, alangkah lebih baik jika mengetahui asal mula topi ini ialah berasal dari saudagar Arab yang menyebarkan Islam di wilayah Asia Tenggara. Kopiah atau yang biasa disebut dengan peci merupakan sebuah identitas dari masyarakat Melayu. Jika dilihat secara etimologi (asal kata), kata “kopiah” merupakan istilah dalam bahasa Jawa. Istilah kata kopiah berasal dari bahasa Arab yaitu “keffeh”, “kaffiyeh”, aatau “kufiya”. Namun, topi ini memang berbeda dengan penutup kepala orang Melayu.

Kaffiyeh memiliki bentuk segi empat dan terbuat dari kain katun yang ditangkupkan di atas kepala. Kaffiyeh ini biasanya mempunyai pola kotak-kotak kecil seperti jala ikan. Topi yang bernama Kaffiyeh ini sering digunakan oleh tokoh pejuang Palestina, Yasser Arafat. Dari bahasa arab yang bernama kaffiyeh diserap ke dalam bahasa Melayu. Vokal “f” berubah menjadi “p”. Kemudian dari “Kufiah” menjadi “Kopiah”.

Lalu bagaimana dengan peci? Peci pada awalnya dikenalkan oleh penjajah Belanda yang sering menyebut topi tradisional masyarakat melayu itu dengan sebutan “petje”. Petje berasal dari kata “pet” yang kemudian diberikan tambahan “je”. “Je” di sini merupakan akhiran yang diberikan oleh orang-orang Belanda yang memiliki makna secara harfiah yaitu kecil, itulah awal dari perbedaan peci dan kopiah.

Namun sebenarnya, topi pet ini sangat berbeda dengan peci yang saat ini kita kenal. Karena topi ini sejatinya memiliki pinggiran pelindung matahari. Topi pet ini sering dikenakan oleh tentara di daerah operasi. Penyebutan yang keliru dari orang Belanda ini pada akhirnya diadopsi ke dalam kosakata Indonesia. Petje menjadi peci.

Kesimpulan Mengenai Perbedaan Antara Peci dan Kopiah

Secara kesimpulan, perbedaan peci dan kopiah ini tidak terlalu signifikan. Ciri khas kopiah yang kita ketahui ialah berwarna hitam. Memiliki bentuk pipih di kedua sisi dan lonjong di ujungnya. Kopiah biasa dibuat dengan bahan seperti beludru. Dan juga, kopiah sendiri sering dibuat dengan tanpa motif. Memiliki warna dasar dan polos. Namun, kini kopiah telah mengalami banyak perubahan. Seperti diberikan motif pada sisi sampingnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan inovasi pada kopiah.

Sedangkan untuk peci, ia memiliki bentuk lingkaran. Berbeda dengan kopiah yang berbentuk lonjong. Bahan yang digunakan untuk produksi peci pun bermacam-macam jika dibandingkan dengan kopiah. Motif yang tertera di peci juga bervariasi.

Itulah perbedaan peci dan kopiah secara singkat. Tetapi saat ini peci lebih banyak digemari. Pasalnya, peci bisa dikenakan oleh semua kalangan. Baik dari yang muda hingga yang tua, walaupun kopiah juga demikian. Namun untuk peci, lebih bisa dimodif desainnya. Sehingga membuat anak muda tampil bukan hanya digunakan sebagai aksesoris dalam ibadah, namun juga sebagai aksesoris untuk tampil memaksimalkan fashion seorang muslim.

Sejatinya inovasi yang diterapkan pada peci ialah untuk memperkenalkan bahwa peci itu bukan penunjang aktivtias ibadah saja. Namun juga bisa digunakan sebagai fashion. Banyak merk peci yang diminati oleh kawula muda. Salah satu merk peci yang saat ini digemari ialah Samase. Brand ini menerapkan sebuah konsep yang sangat modis serta kekinian. Sehingga seluruh peci buatannya bisa disesuaikan dengan pelanggannya. Baik itu untuk yang muda-muda maupun yang sudah tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: