Asal Usul Peci sebagai Icon Nasional

Sudah tahukah anda tentang asal usul peci? Kebanyakan muslim di Indonesia memang sudah tidak asing lagi dengan penutup kepala yang biasanya digunakan oleh laki-laki. Ya, itu adalah peci yang terkenal salah satunya adalah peci hitam yang bahannya terbuat dari beludru. Penggunaan peci sendiri bagi umat islam adalah digunakan ketika beribadah yakni dengan tujuan agar menutupi rambut atau ketika sujud tidak terhalangi oleh rambut kepala.

Peci memanglah sangat khas bagi umat Islam, namun patut diketahui juga bahwa peci juga termasuk icon Nasional. Siapapun juga berhak mengenakan peci tak hanya untuk beribadah saja dan semuanya berhak mengenakan peci sebagai lambang Identitas bangsa Indonesia.

Mengenali Asal-Usul Peci & Sejarahnya

Berbicara mengenai asal usul peci sebagai ikon Nasional, hal inilah yang digagas oleh presiden pertama bangsa Indonesia yaitu bapak Soekarno. Ada kisah tersendiri mengenai peci yang dituturkan oleh penulis buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” yaitu Cindy Adams yang ceritanya Bung Karno bercerita mengenakan peci sebagai lambang pergerakan.

Pada masa itu, biasanya kaum cendekiawan pro-pergerakan nasional enggan (tidak mau) menggunakan blankon (penutup kepala khas Jawa). Ada sejarah politik tersendiri di dalam sebuah tutup kepala ini. di sekolah “dokter pribumi” STOVIA pemerintah kolonial Belanda mempunyai aturan bahwa siswa pribumi tidak boleh menggunakan baju eropa, maka para siswa mengenakan blangkon dan batik apabila berasal dari Jawa.

Namun, bagi siswa asal manado ataupun Maluku yang biasanya memiliki agama Kristen boleh menggunakan pakaian eropa. Dari sejarah ini, muncullah asal usul peci dimana pemerintah nampaknya ada usaha membagi-bagi penduduk mengenai etnis dan agama. Jadinya banyak para aktivis menolak memakai blankon dan mereka umumnya bersemangat dengan adanya kemajuan modern.

Kemudian pada bulan Juni tahun 1921, Bung Karno menemukan solusinya ia memakai peci. Awal mulanya ada pertemuan wong Java di Kota Surabaya dan ia datang mengenakan peci. Namun, beliau sebenarnya takun ditertawakan. Tapi, beliau berkata pada diri sendiri bahwa jika mau jadi pemimpin, haruslah berani memulai sesuatu yang baru.

Asal Usul Peci Sebagai Icon Nusantara

Ketika menjelang rapat, hari itu mulai sedikit gelap. Ia bersembunyi dibalik tukang sate yang awalnya ragu. Kemudian ia berkata kepada diri sendiri “Ayo maju, pakailah pecimu. Tarik nafas yang dalam dan masuk sekarang!!!” dan inilah awal mula asal usul peci sebagai Icon Nusantara.

Setelah beliau masuk, setiap orang memandang heran padanya tanpa kata-kata. Kemudian untuk mengatasi kekikukan itu, beliau berkata “Kita memerlukan suatu lambang daripada kepribadian Indonesia, Peci. Dipakai oleh pekerja-pekerja dari bangsa melayu dan itu asli kepunyaan rakyat kita”. Beliau juga menjelaskan bahwa peci berasal dari kata pet yang berarti topi dan je (bangsa Belanda) yang berarti sifat kecil. Oleh karena itu, baik dari segi sejarah penggunaannya dan dari segi penyebutan namanya, peci mencerminkan Indonesia : satu bangunan “inter-kultur”.

Jadi, tak heran bila dari manapun asalnya, agama apapun yang dianutnya, kaum pergerakan memakai peci. Dan kesimpulannya adalah peci bukan simbol agama, melainkan simbol budaya dari bangsa Indonesia khususnya bangsa Melayu pada umumnya.

Nah, itulah awal mula asal usul peci sebagai icon nusantara. Jadi, masih ragu mengenakan peci? Tak perlu khawatir, anda bisa mengenakan peci dari brand Samase yang asli produk Indonesia. Yang terbuat dari bahan yang berkualitas dan tentunya jika anda mengenakan produk Indonesia, anda juga mencintai produk-produk Indonesia. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: